Paser (Madrasah) Selasa (02/06), Sebuah bencana melanda hampir di seluruh dunia tidak terkecuali di Indonesia dan tepatnya kabupaten Paser. Munculnya sebuah virus yang tenar dengan nama COVID-19, yang menggegerkan dengan lebih 6 Juta penduduk duni terinfeksi hingga hari ini. Tak terkecuali di Indonesia. Kasusnya sampai hari ini masih terus bertambah, walau banyak daerah yang grafiknya sudah mulai melandai bahkan cenderung turun. Untuk itu pemerintah mengambil kebijakan demi melindungi warga dan masyakatnya yakni dengan menerapkan “Bekerja dari Rumah, Belajar di Rumah, dan Beribadah di Rumah”. Menyikapi hal tersebut, Kementerian Agama Republik Indonesia telah menerbitkan Panduan Kurikulum Darurat tentang pembelajaran madrasah guna menjamin keamanan, kesehatan, dan keselamatan siswa, pendidik, dan tenaga kependidikan sehingga pelaksanaan pembelajaran yang bermutu tetap dirasakan oleh siswa.
Sejalan dengan kebijakan dari pemerintah dan Kementerian Agama RI, Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 Paser tepatnya pada tanggal 02 April 2020 setelah pelaksanaan UAMBN, juga memberlakukan bekerja dari rumah bagi pendidik dan tenaga kependidikan, serta belajar dari rumah bagi siswa. Walau awalnya mengalami kesulitan, pendidik dan siswa dapat menjalani dengan baik tanpa kendala berarti. Apalagi dengan ditunjang teknologi yang berkembang saat ini. Berbagai aplikasi online dimanfaatkan oleh guru guna menunjang pelaksanaan belajar dari rumah. Mulai dari aplikasi Zoom, Google Meet, Google Classroom, YouTube, dan aplikasi video lainnya serta aplikasi pesan singkat WhatsApp. Sedangkan untuk hasil belajar, siswa dapat mengirimkan melalui WhatsApp, video, maupun google form. Lebih 80% siswa dapat mengikuti kegiatan dengan baik. Kendala yang dihadapi oleh lainnya adalah keterbatasan akses internet yang mereka miliki.
”Siswa sangat antusias, karena ini pertama kalinya mereka lakukan. Walaupun sebenarnya mereka sudah tidak asing dengan berbagai teknologi dan aplikasi yang berbasis komputer terutama Google Classroom dan Computer Basic Test yang telah lama diterapkan di madrasah ini”, demikian disampaikan oleh Akhmad Husaini, S.Pd., salah satu guru MTs Negeri 1 Paser.
Kepala Madrasah, Ridayatullah, S.Pd menegaskan bahwa pelaksanaan belajar dari rumah jangan sampai membebani siswa dan orang tua. Pemberian materi pembelajaran dan tugas harus mementingkan kualitan. Bukan kuantitas. Jangan sampai siswa menjadi kelelahan sehingga menurunkan imunitas dan akhirnya menjadi sakit. Pun, orang tua cukup memberikan motivasi dan fasilitas yang cukup sehingga anak mampu belajar dengan baik di rumah.
Dengan demikian, mengevaluasi pelaksanaan bekerja dan belajar dari rumah MTs Negeri 1 Paser berkomitmen memberikan pelayanan pembelajaran terbaik bagi seluruh siswa di masa Pandemi COVID-19 ini hingga massa New Normal nanti diberlakukan dengan mengedepankan aspek kesehatan, kesehatan,dan kenyamana belajar dari rumah. (Hnh/Akh).

