Paser (Madrasah) – Sebanyak 37 pendidik Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 Paser ikuti kegiatan webinar madrasah dengan hashtag #makincakapdigital secara virtual pada hari Rabu (04/08). Kegiatan ini dilaksanakan oleh Kementerian Agama yang bersinergi dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika.
Dirjen Pendidikan Islam Kemenag Muhammad Ali Ramdhani mengatakan saat ini pembelajaran online di madrasah-madrasah banyak menggunakan berbagai platform digital berbasis internet.
Beliau mengatakan, adanya disrupsi digital dan juga pandemi Covid-19 memaksa semua pihak memanfaatkan dan optimalkan teknologi di berbagai sektor kehidupan, termasuk pembelajaran di madrasah. Namun, tantangan penggunaan digital pada pembelajaran ini, tidak hanya soal persoalan kemampuan menggunakan peralatan digital. Tetapi juga kesadaran atau kemampuan dalam menggunakannya memuat narasi dan konten positif.
“Kemenag melalui Dirjen Pendidikan Islam tentu saja terus mendorong budaya digital yang sehat, mulai dari guru, ustaz, dosen, siswa dan mahasiswa untuk secara sadar dapat mengikuti perkembangan zaman dengan penguasaan teknologi tapi tidak boleh larut tergerus dalam arus dinamika zaman,” ujar Muhammad Ali.
Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika Semuel Abrijani Pangerapan mengatakan, pelajar madrasah di seluruh Indonesia merupakan bagian penting dalam proses mewujudkan transformasi digital. Pemerintah telah menyiapkan berbagai agenda transformasi digital, salah satunya Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD).
“Kita ketahui, kunci kesuksesan dalam tranformasi digital adalah menyiapkan SDM-nya. Karena kalau tidak, kita hanya akan menjadi penonton,” kata Semuel dalam siaran pers Kemenkominfo tentang webinar Madrasah.
Dalam proses transformasi digital, Indonesia membutuhkan banyak tenaga ahli digital. Untuk memenuhi kebutuhan itu, Kemenkominfo berkomitmen menghasilkan 600 ribu talenta digital setiap tahun.
Untuk itu, beliau menilai perlu membangun kesadaran kolektif dan juga kecerdasan kolektif agar tujuan Gerakan Nasional Literasi Digital dapat membuat masyarakat siap dalam menghadapi era baru, yaitu era digital yang menuntut semakin produktif.
Sementara itu Kepala madrasah Ridayatullah, S. Pd., menuturkan seluruh pendidik atau guru yang mengikuti webinar ini diharapkan mampu memberikan pemahaman literasi kepada para guru madrasah. “Kita berharap kegiatan ini dapat melahirkan Kerja keras, kerja cerdas, kerja tuntas dan kerja ikhlas mewujudkan madrasah mandiri, berorientasi” sebutnya.
Senada dengan Kepala Madrasah, Waka Kurikulum Abdullah, S. Ag., yang juga mengikuti kegiatan tersebut sangat terkesan dengan webinar tersebut. “Selain guru yang diwajibkan cakap digital, seluruh siswa juga harus menguasai dan mempunyai ilmu tekhnologi yang baik sehingga bisa menjadikan siswa yang cakap digital,” tutupnya. (akh)
