Paser (Madrasah) – Sebanyak 150 peserta didik kelas VII Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 Paser mengikuti kegiatan Belajar Bersama di Museum Sadurengas yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Paser, Selasa (13/10).
Kegiatan ini menjadi pengalaman belajar di luar kelas yang memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengenal lebih dekat sejarah, peninggalan budaya, serta nilai-nilai kearifan lokal Kabupaten Paser. Melalui kunjungan edukatif tersebut, peserta didik diharapkan dapat memperoleh wawasan baru sekaligus menumbuhkan rasa cinta terhadap sejarah dan budaya daerah.
Museum Sadurengas sebagai salah satu tempat penyimpanan benda-benda bersejarah di Kabupaten Paser menjadi ruang pembelajaran yang mempertemukan peserta didik dengan berbagai peninggalan masa lalu. Dengan melihat dan mengenal koleksi museum secara langsung, mereka dapat memahami bahwa sejarah bukan sekadar materi dalam buku pelajaran, melainkan bagian penting dari perjalanan masyarakat dan identitas daerah.
Kepala MTsN 1 Paser, H. Abd. Gafur Yusuf, menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, pembelajaran di luar madrasah memberikan pengalaman berbeda yang dapat memperkaya pengetahuan peserta didik.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan Belajar Bersama di Museum Sadurengas ini. Pembelajaran seperti ini memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengenal sejarah dan budaya daerah secara langsung, sehingga pengetahuan yang diperoleh tidak hanya bersumber dari buku pelajaran. Kami berharap anak-anak semakin mencintai warisan budaya, menghargai perjuangan generasi terdahulu, dan memiliki tanggung jawab untuk ikut melestarikannya,” ungkap H. Abd. Gafur Yusuf.
Salah satu peserta didik kelas VII MTsN 1 Paser, Athiran Nur Sajiah, mengaku senang dapat mengikuti kegiatan tersebut. Baginya, belajar langsung di museum memberikan pengalaman yang menarik sekaligus menambah pengetahuan tentang sejarah daerahnya.
“Saya senang bisa belajar bersama di Museum Sadurengas karena mendapatkan pengalaman baru di luar kelas. Saya bisa mengenal lebih dekat sejarah dan budaya Kabupaten Paser. Kegiatan ini membuat saya lebih tertarik untuk mengetahui cerita di balik peninggalan sejarah dan menyadari pentingnya menjaga warisan budaya agar tetap dikenal oleh generasi berikutnya,” tutur Athiran Nur Sajiah.
Sementara itu, Rasyidah Yusuf, Wali Kelas VIIA, menilai kegiatan tersebut menjadi sarana pembelajaran yang bermanfaat untuk meningkatkan rasa ingin tahu peserta didik sekaligus menghubungkan materi pembelajaran dengan kehidupan nyata.
“Belajar langsung di museum memberikan pengalaman yang berbeda bagi peserta didik. Mereka tidak hanya menerima penjelasan, tetapi juga dapat melihat dan mengenal peninggalan sejarah secara langsung. Kami berharap kegiatan ini dapat menumbuhkan rasa ingin tahu, memperluas wawasan, serta membangun kesadaran peserta didik bahwa sejarah dan budaya daerah merupakan warisan yang harus dijaga bersama,” ujar Rasyidah Yusuf.
Kegiatan Belajar Bersama di Museum Sadurengas ini menjadi salah satu bentuk pembelajaran kontekstual yang mendorong peserta didik untuk lebih aktif mengenal lingkungan dan budaya di sekitarnya. Pengalaman tersebut diharapkan dapat memperkuat pemahaman mereka terhadap sejarah lokal sekaligus menanamkan nilai penghargaan terhadap warisan leluhur.
Melalui kegiatan edukatif ini, MTsN 1 Paser terus mendukung pengembangan wawasan peserta didik melalui pengalaman belajar yang bermakna. Dengan mengenal sejarah dan budaya sejak dini, peserta didik diharapkan tumbuh menjadi generasi yang berpengetahuan luas, memiliki kepedulian terhadap pelestarian budaya, serta bangga terhadap identitas daerahnya. (ah)
