Didaulat Sebagai Pembina, MTsN 1 Paser Gelar Upacara Hari Pahlawan

Informasi Umum
0 0
Read Time:2 Minute, 0 Second

Paser (Madrasah) – Hari Pahlawan yang jatuh pada tanggal 10 November diperingati oleh keluarga besar Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 Paser dengan upacara pada hari Senin (12/ 11) di halaman madrasah secara khidmat.

Kepala MTsN 1 Paser, Ridayatullah,S.Pd langsung sebagai pembina upacara dalam upacara tersebut. Dalam amanatnya beliau membacakan amanat menteri sosial RI di mana dalam isi amanat tersebut di sampaikan hari pahlawan setiap tahun kita peringati dengan renungan yang sungguh-sungguh untuk kembali lagi menemukan jejak para pahlawan dalam hidup kita sebagai bangsa dan negara merdeka. Kita hidupkan kembali dalam benak kita perjuangan para pahlawan bangsa. Dari para pahlawan yang gugur dalam pertempuran di medan perang, penting kita resapi semangat dan keikhlasannya.

Kemudian lebih lanjut ridayatullah juga mengajak semua peserta upacara untuk mengenang dan menghargai jasa para pahlawan. “Kemerdekaan yang kita nikmati sekarang adalah hasil dari perjuangan para pahlawan yang telah mendahului kita. Mereka rela mempertaruhkan harta, jiwa, dan raga untuk kemerdekaan bangsa kita ini. Marilah kita bersama-sama terutama generasi muda mencontoh semangat perjuangan para pahlawan bangsa! Janganlah kita mau dijajah oleh bangsa asing.” himbaunya.

“ Apalagi pada saat ini, penjajahan bukan secara fisik, tetapi secara moral dan mental. Negara asing tanpa kita sadari sudah mulai menjajah kita melalui narkoba dan teknologi. Tujuannya adalah merusak generasi muda kita. Kalau generasi muda lemah, otomastis mereka dengan mudah menguasai negara kita ini.  Teknologi tersebut bisa bermanfaat kalau kita pergunakan untuk hal yang positif. Akan tetapi, kebanyakan di antara kita mempergunakan teknologi untuk hal-hal yang negatif,” tambahnya.

Beliau juga mengutip pendapat Ir. Sukarno, Presiden Pertama RI sekaligus Proklamator Kemerdekaan RI, yang menyatakan bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya. “Tanpa perjuangan mereka, kita tidak akan bisa merasakan nikmatnya merdeka. Mungkin juga ada di antara nenek dan kakek kita yang turut berjuang di daerah kita. Sudah sepantasnyalah kita mendoakan mereka agar Allah Swt. mengampuni segala dosa mereka,” ungkapnya.

“Mari kita sematkan di dada masing-masing semangat perjuangan para pahlawan tersebut. Walaupun saat ini kita tidak lagi berjuang secara fisik, tetapi secara moral dan mental kita harus berjuang untuk menyelamatkan bangsa dan negara kita ini dari penjajah. Semua ini kita lakukan demi diri kita dan bangsa serta negara Indonesia tercinta,” pesannya menutup pidatonya.

Adapun sebagai petugas upacara, seperti pemimpin upacara, pembaca teks undang-undang 1945, pesan pahlawan, do’a dan pembawa acara hingga paduan suara adalah seluruh Pendidik dan Tenaga kepandidikan MTsN 1 Paser. (mj/akh)

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %