Paser (madrasah) Sebanyak lima Tenaga Pendidik Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 Paser mengikuti Kegiatan Training of Trainers (TOT) Program Penterjemahan dan Pemahaman Al-Qur’an yang di laksanakan oleh Kantor Kementrian Agama Kabupaten Paser bekerjasama dengan forum KKKM Madrasah Kab. Paser.
Kegiatan Training of Trainers (TOT) Program Penterjemahan dan Pemahaman Al-Qur’an ini di ikuti oleh pengawas, guru Madrasah Pendidikan Agama Islam dan Pengasuh Pondok pesantren se Kabupaten Paser, dimana dalam kegiatan ini di isi oleh KH. Muhammad Muslich., Pimpinan Pondok Pesantren Yahtadi Lumajang Jawa Timur.
Kegiatan ini di buka langsung oleh Bupati Paser Dr. Fahmi Fadli, juga di hadiri Ketua DPRD Kab. Paser Hendra Wahyudi, Kepala Kantor Kementerian Agama Drs. KH. Maslekhan, Ketua Pengurus Cabang Nahdatul Ulama Cabang Paser KH. Khaerul Huda.
Bupati Paser mengatakan, pemahaman makna Al-Qur’an di perlukan untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dalam beriman dan bertaqwa kepada Allah Swt. beliau mengakui saat ini para pendidik madrasah dan pengasuh pondok pesantren banyak tempat media untuk memperoleh pemahaman tentang Al-Qur’an. “ Kita harus belajar dari sumbernya langsung, tentang Asal usul Al-Qur’an, kenapa di turunkan, cara membaca dan maknanya, “ kata dr. Fahmi Fadli.
Sementara itu dalam penyampain materinya, KH. Muhammad Muslich mengatakan bahwa pelatihan ini bertujuan untuk memudahkan guru madrasah dan pengasuh pondok pesantren untuk menerjemahkan dan memahami ayat-ayat Al-Qur’an secara lafziyah dengan baik sesuai dengan kaidah-kaidah bahasa Arab, sehingga dalam penerapannya peserta pelatihan dapat mengajarkan metode ini kepada peserta didik di lembaganya masing-masing.
Terkait kegiatan yang diikuti oleh beberapa guru MTsN 1 Paser tersebut, Kepala MTsN 1 Paser, Ridayatullah menyampaikan,” Alhamdulillah, selamat mengikuti kegiatan Training of Trainers (TOT) program penerjemah dan Pemahaman Al-Qur’an, semoga ilmu yang diperoleh selama pelatihan dapat dibagikan dan di aplikasikan kepada guru dan siswa-siswi di madrasah,”ungkapnya. (Mj).
